Senin, 14 September 2015

Pejajahan Bangsa Belanda di Nusantara

Pejajahan Bangsa Belanda di Nusantara
            Bangsa Belanda ingin menemukan daerah peghasil remah-rempah seperti yang telah di lakukannegara lain.mendengar keberhasilan orang orang spanyol dan juga portugis dalam menemukan daerah baru,apalagi daerah penghasil rempah rempah,para pelaut dan pedagang Belanda tidak mau ketinggalan.Tahun 1594 Barents mencoba berlayar untuk mencari dunia Timur atau Tanah Hidia melalui daerah kutub utara.Karena keyakinannya bahwa bumi bulat maka sekalipun dari utara atau barat akan sampai pada pula di timur. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2014, 16)
            Barents tidak berhasil melakukan penjelajahan. Ternyata Barents tidak begitu mengenal medan. Ia gagalmelanjutkan penjelajahannya karena kapalnya terjepit es mengingat air di kutub utara sedang membeku. Barents terhenti disebuah Pulau yang disebut Novaya Zemlya. Ia berusah kembali ke negerinya, tetapi ia meninggal di perjalanan. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2014, 17)
            Ada dua pelaut Belanda yang pergi memulai pelayaran dan penjelajahan samudra untuk pergi ke tanah Hindia, dan mereka berhasil sampai di Nusantara. Pada tahun 1595 pelaut Belanda yang ain yakni Cornelis de Houtman dan Pieter de Kesyer memlai pelayaran. Kedua pelaut ini bersam aramadanya dengan kekuatan empat kapal dan 249 awak kapal beserta 64 pucuk meriam melakukan pelayaran dan penjelajahan samudra untuk mencari tanah Hindia  yang dikenal sebagai penghasil rempah-rempah. Cornelis de Houtman mengambil jalur laut yang sudah biasa dilalui orang-orang Portugis. Tahun 1596 Cornelis de Houtman beserta armadanya berhasil mencapai kepulauan Nusantara. Ia dan rombongannya mendarat di Banten. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2014, 17)
            Ketika Cornelis de Houtman dan orang-orang Belanda lainnya di usir dari Banten karena, berambisi ingin memonopoli perdagangan di Banten bangsa  Belanda menyiapkan ekspedisi selanjutnya yang di pimpin Heemskerck. Waktu itu di kerajaan Banten bertepatan dengan masa pemerintahan Sultan Abdul Mufakir Mahmud Abdulkadir. Dengan melihat pelabuhan Banten yang begitu strategis dan adanya hasil tanaman rempah-rempah di wilayah itu Cornelis de Houtman berambisi untuk memonopoli perdagangan di Banten. Dengan kesombongan dan kadang-kadang berlaku kasar, orang-orang Belanda memaksakan kehendaknya. Hal ini tidak dapat diterima oleh rakyat dan penguasa Banten. Oleh karena itu, rakyat mulai membenci bahkan kemudian mengusir orang-orang Belanda itu. Cornelis de Houtman dan armadanya segera meninggalkan Banten dan akhirnya kembali ke Belanda. Ekspedisi penjelajahan berikutnya segera dipersiapkan untuk kembali menuju Kepulauan Nusantara. Rombongan kali ini dipimpin antara lain oleh van Heemskerck. Tahun 1598 van Heemskerck dengan armadanya sampai di Nusantara dan juga mendarat di Banten. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2014, 17)
            Orang-orang Belanda bersahabat dengan orang Maluku. Belanda mulai melakukanaktivitas perdagangan. Kapal-kapal mereka mulai berlayar ke timur dan singgah di Tuban. Dari Tuban pelayaran dilanjutkan ke timur menuju Maluku. Di bawah pimpinan Jacob van Neck mereka sampai di Maluku pada tahun 1599. Kedatangan orang-orang Belanda ini juga diterima baik oleh rakyat  Maluku. Kebetulan waktu itu Maluku sedang konflik dengan orang-orang Portugis. Pelayaran dan perdagangan orang-orang Belanda di Maluku ini mendapatkan keuntungan yang berlipat. Dengan demikian semakin banyak kapal-kapal dagang yang berlayar menuju Maluku. (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2014, 17)



1 komentar:

  1. Casino near Mahnomen - Mapyro
    Find the cheapest and quickest way 김천 출장마사지 to get from Casino near Mahnomen to Muhle in North Carolina from Mapyro. 정읍 출장안마 Find the 보령 출장안마 cheapest and quickest 전라북도 출장샵 ways 평택 출장마사지 to get from Casino near

    BalasHapus